Padangsidimpuan – Sekretaris Lembaga Burangir Padangsidimpuan, Juli Zega, menyampaikan himbauan penting kepada orangtua dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah untuk memberikan upaya pencegahan dalam rangka perlindungan kepada anak-anak dari kasus pencabulan yang terus terjadi hingga saat ini. Apalagi dalam satu bulan terakhir ini saja sudah ada 2 kasus cabul yang mengejutkan warga Padangsidimpuan.
Dalam himbauannya, Juli Zega menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dampak negatif bagi anak di sepanjang hidupnya ketika mengalami kekerasan seksual. Langkah-langkah preventif yang dilakukan bisa melalui pembicaraan terbuka, pendidikan, dan sosialisasi. Beliau menyoroti pentingnya memberikan pendidikan seksual dini yang tepat kepada anak-anak sesuai dengan usia dan perkembangan mereka sehingga mereka dapat memiliki ketahanan hidup dalam menjaga diri maupun menghindari diri dari korban kekerasan seksual.
“Sangat penting sekali melakukan upaya pencegahan kekerasan seksual kepada anak melalui pembicaraan terbuka, pendidikan, sosialisasi” tegas Juli Zega saat berbincang dengan Wartawan, Jum’at 26 Januari 2024.
Kolaborasi yang erat antara pihak sekolah dan orang tua juga menjadi fokus utama dalam himbauan ini. Juli Zega menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan kerjasama yang baik dalam mengidentifikasi tanda-tanda terjadinya kekerasan seksual dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang efektif.
“Kerjasama yang baik dan komunikasi yang terbuka antara sekolah dan orang tua sangat penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda terjadinya kekerasan seksual dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang efektif,” jelas Juli Zega.
Selain itu, ia mendorong semua pihak untuk berani melaporkan kasus-kasus cabul anak kepada pihak berwenang dan mengambil tindakan hukum yang sesuai.
“Pelaporan dan tindakan hukum yang tepat adalah langkah penting untuk memastikan keadilan bagi korban dan mencegah kasus serupa terjadi di masa depan,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Juli Zega juga menyoroti pentingnya keterlibatan Pemerintah Daerah dalan mengkaji sebuah formula kebijakan dalam mencegah kekerasan terhadap anak melalui anggaran yang ada mulai dari kampanye anti kekerasan anak, fasilitas yang aman bagi anak di sekolah maupun di ruang-ruang pelayanan publik. Di juga mendorong semua pihak dalam mengawasi setiap pergerakan yang mencurigakan dari pihak yang ingin melakukan kejahatan pada anak.
“Sebab bukan hanya kepolisian saja yang bertanggung jawab dalam menangani kasus cabul anak, tetapi semua pihak harus ikut berperan aktif,” tambah Juli Zega.
Lembaga Burangir Padangsidimpuan berharap dengan adanya kolaborasi yang kuat antara tenaga pendidik, orang tua, pemerintah daerah dan pihak kepolisian, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan melindungi anak-anak dari bahaya kekerasan seksual. Semua pihak diharapkan tidak berpangku tangan dan bersama-sama mengambil tindakan nyata untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan anak-anak.
Kasus cabul anak menjadi perhatian serius di masyarakat, dan upaya bersama dalam mengatasi masalah ini sangat penting. Dengan himbauan yang disampaikan oleh Lembaga Burangir Padangsidimpuan, diharapkan kesadaran dan tindakan nyata dapat dilakukan untuk melindungi generasi muda dari ancaman yang merusak.(Amils)

